LekondoOntologi Jenama Mode

3343 jenama

Pakaian adalah ekspresi tanpa penjelasan. Ia memengaruhi cara Anda dilihat dan cara Anda melihat diri sendiri. Pola selera, suasana hati, disiplin, ekses, dan pengendalian diri berulang melintasi waktu dan budaya. Ini adalah panduan kami untuk membuat bahasa tersebut terlihat.

House of CB

House of CB is a British fashion label specializing in feminine, form-fitting apparel. Its aesthetic centers on structured corsetry, bodycon silhouettes, and luxury-inspired evening wear. The brand represents a glamorous subculture focused on silhouette-enhancing designs and high-octane femininity, emphasizing confidence through tailored, curve-conscious construction.

House of Errors

House Of Errors adalah label fashion independen asal London dengan estetika surealis dan konstruksi maksimalis. Brand ini menggunakan tekstur rumit, siluet distorsi, dan motif mata yang ikonik untuk merepresentasikan subkultur streetwear eksperimental. Etosnya berpusat pada keahlian teknis dan distorsi visual.

House Of Harlow

House of Harlow 1960 adalah label gaya hidup dengan estetika bohemian bernuansa vintage. Inspirasi utamanya berasal dari budaya tandingan tahun 1960-an dan 1970-an. Brand ini mengedepankan motif eklektik, perhiasan mencolok, dan siluet yang mengalir. Ini adalah interpretasi modern atas sensibilitas mode retro-glamour yang berjiwa bebas.

House of Sunny

House of Sunny is an independent London-based label known for its retro-inspired aesthetic and vibrant knitwear. The brand emphasizes a slow fashion ethos, producing small-batch collections that prioritize ethical manufacturing. Its designs often feature bold patterns and nostalgic silhouettes, appealing to a youth-centric, environmentally conscious subculture.

Housebrand

Housebrand adalah label streetwear Afrika Selatan yang mengutamakan identitas lokal dan utilitas urban. Estetikanya menonjolkan siluet minimalis, bahan fungsional, dan motif grafis yang terinspirasi budaya jalanan Johannesburg. Brand ini membawa etos kemandirian. Mereka mendemokratisasi mode melalui model produksi independen berbasis komunitas.

How Cute Workshop

How Cute Workshop adalah label fashion independen asal Tiongkok dengan estetika kitsch yang 'ugly-cute'. Inspirasinya berasal dari nostalgia pedesaan dan subkultur DIY. Merek ini menolak kemewahan tradisional. Mereka mengutamakan subversi yang jenaka dan mendefinisikan ulang objek sehari-hari melalui konstruksi pakaian eksperimental.

Howler Brothers

Howler Brothers is an Austin-based apparel brand that blends coastal surf culture with Western outdoor aesthetics. Its core ethos centers on fly fishing and surfing subcultures. The brand utilizes functional fabrics and vintage-inspired designs to represent a lifestyle rooted in water-based adventure and creative expression.

Hubs Studios

Hubs Studios adalah label fashion asal Seoul yang fokus pada technical streetwear dan pakaian utilitarian. Estetika brand ini berpusat pada pengaruh gorpcore. Desainnya menampilkan elemen modular, siluet asimetris, dan tekstil performa tinggi. Ini adalah representasi subkultur yang mempertemukan fungsionalitas outdoor dengan lingkungan urban modern.

Hudson

Hudson is a premium denim brand known for its British-inspired rock-and-roll aesthetic. The label emphasizes a rebellious ethos through distressed finishes and signature flap pockets. It represents a fusion of California craftsmanship and London-influenced subculture, focusing on high-quality construction and a slim, edgy silhouette.

HUF

HUF adalah brand skateboarding dan streetwear dengan akar estetika counterculture. Brand ini mengusung etos DIY dan desain bernuansa vintage. HUF merepresentasikan titik temu antara skateboarding profesional dan fashion urban. Fokusnya adalah pakaian fungsional yang mencerminkan semangat pemberontak subkultur jalanan.

Hugo Boss

HUGO BOSS adalah rumah mode mewah asal Jerman. Fokus pada penjahitan kelas atas dan busana pria yang canggih. Estetika utamanya mengutamakan garis bersih, siluet terstruktur, dan elegansi minimalis. Merek ini merepresentasikan budaya kesuksesan profesional dan kemewahan modern. Setiap karya mengutamakan presisi serta desain fungsional.

Hugyourskin

Hugyourskin adalah label mode asal Berlin dengan ciri khas siluet body-conscious dan cetakan anatomis. Brand ini memadukan estetika clubwear dengan desain avant-garde. Mereka menonjolkan bentuk tubuh melalui tekstil transparan dan teknik layering yang rumit. Filosofinya berpusat pada ekspresi diri dalam subkultur musik elektronik underground kontemporer.

Human Made

Human Made adalah label mode Jepang dengan fokus pada estetika Americana vintage dan pakaian kerja pertengahan abad. Brand ini mengutamakan kreativitas personal dan desain yang ceria. Motif hewan dan tipografi berani sering muncul. Ini adalah pergeseran menuju streetwear berbasis warisan budaya. Fokusnya adalah selera pribadi, bukan tren pasar massal.

Human With Attitude

Human With Attitude adalah label streetwear Paris dengan estetika era 90-an. Koleksinya berfokus pada tracksuit, hoodie grafis, dan outerwear teknikal. Brand ini merepresentasikan subkultur anak muda urban. Desainnya minimalis namun berani. Filosofinya berakar pada kemandirian dan perspektif jujur dari jalanan.

Hummel

Hummel adalah brand sportswear asal Denmark. Ciri khasnya adalah pola chevron dan logo lebah. Estetikanya memadukan minimalisme Skandinavia dengan fungsionalitas atletik klasik. Brand ini mewakili subkultur olahraga tim. Filosofi desainnya menekankan etos sosial, komunitas, dan tanggung jawab kolektif.

Hung Jeans

Hung Jeans was a denim label central to the 1970s gay subculture, specifically the clone aesthetic. The brand focused on a hyper-masculine, form-fitting silhouette designed to accentuate the male physique. Its ethos emphasized visibility and sexual liberation within urban queer communities through utilitarian yet provocative apparel.

Huni Design

Huni Design is an avant-garde fashion label characterized by a futuristic and deconstructed aesthetic. The brand represents a digital-native subculture, blending technical elements with organic silhouettes. Its ethos focuses on experimental construction and the intersection of virtual aesthetics with physical garments.

Hunter

Hunter adalah brand warisan Inggris yang berfokus pada alas kaki dan pakaian outdoor fungsional. Estetika utamanya berpusat pada sepatu bot Wellington karet yang ikonik. Ini adalah perpaduan antara kegunaan pedesaan dan budaya festival modern. Brand ini mengutamakan daya tahan dan perlindungan dari cuaca dalam etos pedesaan yang tradisional.

Huntism

Huntism adalah brand penutup kepala asal Jepang yang mengedepankan keahlian tradisional dan desain modern. Estetika utamanya memadukan siluet klasik dengan pengaruh street style kontemporer. Brand ini mewakili subkultur kualitas artisan dan minimalisme fungsional. Mereka menjunjung tinggi "Seni Penutup Kepala" melalui pemilihan material dan konstruksi yang sangat teliti.

Hurley

Hurley adalah brand gaya hidup Amerika yang berakar pada subkultur surf, skate, dan snow. Estetikanya menekankan pada pakaian performa fungsional dan busana kasual yang terinspirasi budaya pantai Southern California. Brand ini merepresentasikan etos inklusivitas kreatif serta titik temu antara olahraga ekstrem, musik, dan seni.

Hush Puppies

Hush Puppies adalah merek alas kaki asal Amerika Serikat. Merek ini dikenal melalui sepatu suede kasual dan estetika yang santai. Ia mewakili pergeseran gaya hidup pertengahan abad menuju fashion yang mengutamakan waktu luang. Fokus utamanya adalah kenyamanan dan gaya yang bersahaja. Desainnya fungsional. Ia selaras dengan etos keseharian kaum urban yang mengutamakan fungsi di atas tradisi formal.

Hvoya

Hvoya adalah merek sepatu dan aksesori Ukraina dengan estetika arsitektural yang minimalis. Merek ini mewakili subkultur slow fashion dan desain fungsional. Fokus utamanya adalah integritas struktur dan siluet yang bersih. Mereka mengutamakan keahlian perajin dan material alami di atas tren musiman yang cepat berlalu.

Hyein Seo

Hyein Seo adalah label asal Seoul dengan estetika distopia dan utilitarian. Brand ini menggabungkan technical streetwear dengan pengaruh subkultur punk dan skate. Desainnya menekankan siluet fungsional, komponen modular, dan etos pemberontak. Karya-karyanya menantang pakem tradisional busana feminin kontemporer.

Hyke

Hyke is a Japanese fashion label defined by its "Heritage and Evolution" philosophy. The brand focuses on minimalist, utilitarian aesthetics, drawing inspiration from vintage military uniforms and workwear. It represents a subculture of refined functionalism, emphasizing technical precision and timeless silhouettes over fleeting trends.

Hypocrite

Hypocrite adalah label streetwear Jepang yang berakar pada subkultur punk dan gothic. Brand ini menggunakan palet monokrom dan desain grafis agresif. Tujuannya adalah mengekspresikan etos subversif yang anti-kemapanan. Estetikanya memadukan siluet oversized dengan elemen dekonstruksi. Ini mencerminkan sensibilitas urban yang gelap dalam lanskap fashion kontemporer.

Hysteric Glamour

Hysteric Glamour adalah label fashion Jepang yang memadukan pop art era 1960-an, punk rock, dan citra media massa. Brand ini merepresentasikan subkultur pemberontak. Mereka menggunakan grafis provokatif dan estetika vintage Americana. Tujuannya adalah mendobrak norma high fashion konvensional melalui sudut pandang counter-culture yang berani dan gritty.

Download di App StoreDapatkan di Google Play