MA*RS adalah brand fashion Jepang yang menjadi pusat subkultur Agejo dalam gerakan Gyaru. Estetikanya menggunakan palet kontras tinggi antara warna merah muda dan hitam. Desainnya sering menyertakan detail renda, motif mawar, dan aksen emas. Brand ini merepresentasikan etos hiper-feminin dan glamor yang berakar pada budaya pemuda Shibuya.
Sejarah
Berdiri di akhir abad ke-20, MA*RS mencuat pada pertengahan 2000-an sebagai label utama di Shibuya 109, Tokyo. Brand ini identik dengan estetika majalah Koakuma Ageha. Gaya tersebut memadukan kemewahan ala hostess dengan fashion jalanan. Pengaruh MA*RS mencapai puncaknya saat tren Gyaru merajai pasar. Ia menjadi arsitek utama gaya Agejo. Signifikansi historisnya terletak pada perannya dalam mendefinisikan era subkultur pemuda Jepang.