Round House
Round House is an American workwear brand specializing in durable utility apparel, most notably denim overalls. Its core aesthetic centers on functional, rugged construction designed for manual labor. The brand represents a heritage-driven subculture focused on traditional craftsmanship and the enduring utility of the American worker.
Route 66
Route 66 adalah merek pakaian Amerika dengan estetika Americana klasik. Koleksinya didominasi oleh produk denim, rajutan dasar, dan pakaian kerja kasual. Merek ini membawa etos pasar massal. Fokusnya adalah produksi pakaian fungsional yang terstandarisasi untuk demografi konsumen yang luas.
Rovitex
Rovitex is a Brazilian textile manufacturer and fashion group specializing in mass-market casual apparel. Its core aesthetic focuses on functional basics and contemporary everyday wear for diverse age groups. The brand represents a verticalized industrial ethos, prioritizing accessibility and large-scale production within the South American garment sector.
Rowing Blazers
Rowing Blazers adalah brand pakaian asal Amerika dengan estetika kampus yang vibran dan berakar pada budaya dayung tradisional. Fokusnya adalah menswear bernuansa vintage, termasuk kemeja rugby dan blazer tailor. Brand ini merupakan interpretasi modern gaya Ivy League. Ia memadukan warisan olahraga klasik dengan elemen desain kontemporer yang inklusif.
Roxy
Roxy adalah brand gaya hidup global yang fokus pada pakaian board sports dan aktivitas outdoor. Estetikanya memadukan desain feminin dengan performa atletik yang fungsional. Brand ini mewakili subkultur selancar dan salju perempuan. Roxy mengusung semangat petualangan, kepercayaan diri, dan pemberdayaan bagi perempuan di dunia olahraga yang didominasi pria.
Royal Republiq
Royal Republiq adalah brand barang kulit asal Denmark yang berbasis di Amsterdam. Estetikanya berpusat pada minimalisme dan fungsionalisme Skandinavia. Brand ini mewakili subkultur konsumsi sadar yang menekankan daya tahan dan kualitas pengerjaan. Etosnya berakar pada 'Aims of Life', sebuah fokus pada integritas dan tujuan hidup.
RS21
RS21 adalah brand sportswear asal Venezuela yang fokus pada alas kaki dan pakaian olahraga. Estetika utamanya berpusat pada performa urban dan desain fungsional. Brand ini merupakan adaptasi lokal dari tren atletik global. Fokusnya adalah aksesibilitas dan kegunaan bagi lingkungan urban Amerika Selatan serta subkultur olahraga regional.
Ruby
RUBY adalah label mode asal Selandia Baru dengan estetika feminin yang muda. Brand ini menonjolkan keanggunan yang ceria melalui motif berani dan siluet serbaguna. RUBY merepresentasikan subkultur gaya effortless yang kontemporer. Fokusnya adalah etos berbasis komunitas yang mengutamakan desain ekspresif namun tetap nyaman dipakai bagi perempuan modern.
Rudsak
Rudsak adalah rumah mode asal Montreal yang spesialis dalam kulit premium dan outerwear. Estetikanya memadukan pemberontakan urban dengan keahlian kriya yang halus. Inspirasinya berasal dari subkultur rock-and-roll. Merek ini mempertahankan etos pemberontak. Desain intinya mengutamakan siluet terstruktur, detail hardware metalik, dan material alami berkualitas tinggi.
Rujuta Sheth
Rujuta Sheth adalah label asal New York yang mengutamakan kriya berkelanjutan dan tekstil artisanal. Brand ini memadukan teknik tenun tangan dan cetak blok tradisional India ke dalam siluet modern. Estetikanya merepresentasikan subkultur fusi global. Mereka berkomitmen pada produksi etis, prinsip slow fashion, dan pelestarian kerajinan warisan budaya.
Rukka
Rukka is a Finnish technical apparel brand specializing in high-performance motorcycle gear and outdoor clothing. Its aesthetic prioritizes functional utility and protective engineering. The brand represents a subculture of motorcycling and extreme weather endurance, emphasizing durability, safety, and technical precision in its design ethos.
Run & Fly
Run & Fly is a British independent brand specializing in retro and alternative apparel. Its aesthetic draws heavily from 1960s and 1970s subcultures, including mod, punk, and indie styles. The brand emphasizes bold prints and vintage silhouettes, catering to individuals within alternative fashion communities.
Ruslan Baginskiy
Ruslan Baginskiy adalah brand penutup kepala mewah asal Ukraina. Fokus utamanya adalah pendekatan artistik pada teknik pembuatan topi tradisional. Estetikanya menggabungkan siluet klasik dengan detail utilitarian kontemporer. Brand ini menghidupkan kembali budaya memakai topi. Mereka mengubah aksesori fungsional menjadi pernyataan mode yang utama.
Russell Athletic
Russell Athletic adalah merek sportswear Amerika dengan estetika utilitarian yang klasik. Merek ini merepresentasikan subkultur atletik kampus melalui fokus pada bahan fleece yang tahan lama dan koleksi jersey basic. Etos merek ini berpusat pada performa fungsional. Mereka mendemokratisasi pakaian atletik untuk olahraga tim maupun gaya kasual sehari-hari.
Russet
Russet adalah merek aksesori asal Jepang. Fokus utamanya adalah tas tangan fungsional dan perlengkapan perjalanan. Estetikanya berpusat pada pola monogram khas. Motif ini diaplikasikan pada bahan jacquard dan nilon yang tahan lama. Brand ini mewakili pendekatan fashion harian yang elegan namun praktis. Mereka mengutamakan kegunaan abadi di atas tren sesaat dalam gaya hidup urban Jepang.
Rusty
Rusty is a global surf lifestyle brand rooted in board sports culture. Its aesthetic combines functional performance gear with casual streetwear. The brand represents the independent spirit of the surfing subculture, emphasizing technical innovation in surfboard design and a relaxed, coastal ethos.
RVCA
RVCA is a lifestyle brand rooted in the fusion of art, music, and action sports. Its aesthetic blends utilitarian design with contemporary subcultures, specifically skateboarding and surfing. The brand operates on the ethos of the balance of opposites, integrating diverse creative influences into functional apparel.
Réalisation Par
Réalisation Par adalah label fashion Australia dengan model direct-to-consumer. Karakter utamanya adalah busana sutra bernuansa vintage dan siluet feminin. Brand ini fokus pada estetika terkurasi melalui koleksi potongan tunggal, bukan sekadar koleksi musiman. Filosofinya adalah interpretasi modern dari subkultur klasik anak muda. Gayanya mengusung estetika Parisian yang effortless.
s.Oliver
s.Oliver adalah rumah mode asal Jerman. Fokus utamanya adalah pakaian casual yang terjangkau untuk pria, wanita, dan anak-anak. Estetika intinya mengutamakan fungsionalitas untuk penggunaan sehari-hari. Desainnya mengusung potongan bersih dan serbaguna. Merek ini merepresentasikan etos pragmatis. Fokusnya adalah keandalan dan kenyamanan dalam lanskap fashion arus utama Eropa.
S.R. Studio. LA. CA.
S.R. STUDIO. LA. CA. is a fashion label founded by artist Sterling Ruby. The brand features a utilitarian aesthetic characterized by industrial textiles, bleach-treated fabrics, and heavy workwear silhouettes. It represents a synthesis of fine art and garment construction, emphasizing tactile experimentation and a punk-influenced, DIY ethos.
Sabina Musayev
Sabina Musayev adalah rumah mode Israel dengan estetika feminin yang puitis. Fokus utama brand ini adalah tekstil dekoratif, detail plisket yang rumit, dan sentuhan akhir metalik. Filosofinya adalah menyatukan keahlian tangan tradisional dengan siluet modern. Dirancang khusus untuk subkultur yang mengapresiasi nuansa romantis dan busana malam kontemporer.
Sabor A Calle
Sabor A Calle is a Colombian streetwear brand rooted in the urban culture of Medellín. Its aesthetic draws from graffiti, hip-hop, and local street life. The brand represents a raw, authentic ethos that prioritizes the lived experiences of the barrio over mainstream fashion trends.
Sabotage
Sabotage adalah label asal Singapura yang fokus pada streetwear bertema militer dan kustomisasi sneaker bespoke. Brand ini memadukan estetika punk rock dengan pola kamuflase lukis tangan dan teknik konstruksi DIY. Filosofi mereka adalah "destroy to create". Ini merepresentasikan subkultur yang berakar pada pengaruh skate, punk, dan militer surplus.
sacai
Sacai adalah brand fashion mewah asal Jepang dengan konsep hibridisasi. Estetikanya berfokus pada perpaduan tekstur yang kontras. Ia mendekonstruksi siluet klasik untuk menciptakan pakaian yang multidimensi. Sacai merepresentasikan subkultur inovasi teknis dan desain avant-garde yang fungsional.
Sacoor Brothers
Sacoor Brothers is a Portuguese fashion house specializing in classic European tailoring and refined casual wear. Its aesthetic emphasizes timeless elegance and a preppy, sophisticated lifestyle. The brand represents an ethos of craftsmanship and personalized service, catering to a subculture that values traditional sartorial standards.
Sacra
Sacra adalah label busana wanita asal Jepang. Siluetnya minimalis dengan pilihan tekstil yang canggih. Merek ini mengusung estetika feminin yang halus. Desainnya menyeimbangkan tren kontemporer dengan gaya yang tak lekang oleh waktu. Filosofinya berpusat pada keanggunan alami pemakainya. Sacra menghindari ornamen berlebih demi menjaga integritas struktur pakaian.
Saint Alfred
Saint Alfred adalah butik streetwear dan label privat asal Chicago. Estetika utamanya berfokus pada desain fungsional dan tipografi yang bersih. Akar budayanya berasal dari kultur sneaker global dan utilitas urban. Brand ini menjadi jembatan antara sportswear kelas atas dan subkultur lokal. Prinsipnya minimalis namun tetap memiliki resonansi budaya yang kuat.
Saint James
SAINT JAMES adalah merek warisan Prancis yang fokus pada rajutan bernuansa nautikal dan kemeja garis Breton yang ikonik. Estetikanya berpusat pada daya tahan utilitarian dan gaya maritim yang tak lekang oleh waktu. Merek ini mewakili subkultur kerajinan pesisir dan pakaian kerja tradisional Eropa. Fokus utamanya adalah kualitas konstruksi wol dan katun tingkat tinggi.
Saint Laurent
Saint Laurent adalah rumah mode mewah Prancis dengan estetika rock-and-roll dan keanggunan Paris modern. Brand ini mewakili subkultur pemuda pemberontak dan minimalisme canggih. Fokus utamanya adalah potongan tajam, tekstur kulit, dan palet monokromatik gelap untuk menyampaikan karakter yang berani.
Saint Michael
Saint Michael adalah brand streetwear Jepang dengan estetika vintage dan ikonografi religius. Label ini menonjolkan tampilan distressed yang tampak usang melalui proses manufaktur khusus. Etosnya berpusat pada tema spiritual dan subkultur pakaian grafis artisanal kelas atas.
Saint Mxxxxxx
Saint Mxxxxxx adalah label streetwear Jepang. Estetikanya terinspirasi gaya vintage dengan ikonografi religius. Brand ini menekankan teknik distressing yang teliti dan konstruksi berkualitas tinggi. Tujuannya adalah mereplikasi sensasi pakaian lama. Etosnya berpusat pada perpaduan grafis counterculture dan keahlian kriya tradisional.
Saint Studio
Saint Studio adalah label mode Brasil dengan ciri khas desain minimalis, tanpa gender, dan siluet arsitektural. Brand ini mewakili pergeseran kontemporer menuju slow fashion dan kesederhanaan fungsional. Estetikanya mengutamakan palet warna netral dan garis yang bersih. Targetnya adalah subkultur yang lebih menghargai keabadian daripada tren musiman.
Saison de Papillon
SAISON DE PAPILLON is a Japanese apparel brand specializing in feminine office-casual attire. Its aesthetic emphasizes structured knitwear and silhouettes designed to enhance the wearer's figure. The brand represents a modern interpretation of the 'mote-kei' subculture, focusing on elegance, approachability, and refined daily wear.
Saks Fifth Avenue
Saks Fifth Avenue is a luxury retail brand characterized by high-end designer curation and sophisticated elegance. Its aesthetic emphasizes classic tailoring and contemporary luxury. The brand represents an ethos of urban prestige, serving a subculture of consumers focused on exclusive fashion and refined lifestyle products.
Salehe Bembury
Salehe Bembury is an independent design label focused on organic textures and nature-inspired motifs. The aesthetic emphasizes tactile surfaces, specifically the signature fingerprint pattern, and utilitarian functionality. It represents a fusion of outdoor exploration subcultures and contemporary streetwear through a focus on ergonomic, biomorphic design principles.
Sally Scott
Sally Scott is a Japanese fashion brand characterized by a whimsical, natural aesthetic. It emphasizes high-quality textiles, vintage-inspired silhouettes, and intricate patterns. The brand represents a quiet, intellectual ethos often associated with the Mori Girl subculture, prioritizing comfort and personal storytelling through garment design.
Salomon
Salomon adalah produsen asal Prancis yang spesialis dalam peralatan outdoor teknis dan alas kaki. Estetikanya mengutamakan performa fungsional, daya tahan, dan desain utilitarian. Brand ini mewakili subkultur olahraga alpin dan trail running. Mereka menekankan etos teknis yang menjembatani kegunaan medan gunung yang tangguh dengan mode urban kontemporer.
Salsa Jeans
Salsa Jeans adalah brand denim asal Portugal yang ahli dalam konstruksi pakaian teknis. Estetikanya berpusat pada siluet fungsional yang mengikuti lekuk tubuh demi kenyamanan dan presisi fit. Brand ini mewakili subkultur keahlian teknis. Mereka memprioritaskan rekayasa denim untuk mengakomodasi berbagai bentuk tubuh melalui teknik penjahitan inovatif.
Saltrock
Saltrock adalah brand surfwear asal Inggris. Estetikanya bernuansa pesisir dengan desain kasual yang fungsional. Brand ini merepresentasikan subkultur selancar Inggris. Fokus utamanya adalah petualangan luar ruangan dan rasa komunitas. Koleksinya berpusat pada pakaian grafis, seperti kaos dan hoodie, yang dirancang untuk gaya hidup tepi laut.
Salty Crew
Salty Crew is an apparel brand centered on the waterman lifestyle, encompassing surfing, fishing, diving, and sailing. Its aesthetic prioritizes functional utility and maritime imagery. The brand represents a subculture of ocean enthusiasts who seek isolation and adventure within marine environments, emphasizing a rugged, sea-focused ethos.
Salvaje Indumentary
Salvaje Indumentaria adalah brand streetwear asal Argentina. Karakteristiknya terletak pada siluet oversized, grafis yang berani, dan estetika industrial. Brand ini merepresentasikan subkultur urban Buenos Aires. Ia menekankan etos DIY dan bahasa visual mentah yang berakar pada gerakan pemuda kontemporer serta skena rap underground.
Sam Edelman
Sam Edelman adalah brand alas kaki asal Amerika dengan estetika kontemporer yang mengikuti tren. Fokus utamanya adalah desain fungsional melalui siluet klasik dengan sentuhan modern. Brand ini merepresentasikan gaya hidup yang elegan namun praktis. Koleksinya dirancang serbaguna untuk berbagai kebutuhan sosial maupun profesional.
Samansa Mos2
Samansa Mos2 adalah brand pakaian asal Jepang dengan ciri khas estetika natural dan mori girl. Fokus utamanya adalah siluet santai, detail bernuansa vintage, dan penggunaan material organik seperti linen serta katun. Brand ini merepresentasikan gaya hidup yang mengutamakan kenyamanan, kesederhanaan, dan kedekatan dengan alam.
Samo Ondoh
Samo Ondoh adalah brand aksesori kontemporer asal Seoul. Fokus mereka adalah tas tangan dengan desain minimalis dan arsitektural. Label ini mengusung estetika unik namun tetap fungsional. Mereka menggunakan material vegan untuk menciptakan siluet yang terstruktur. Brand ini mewakili subkultur minimalisme modern Korea. Fokus utamanya adalah membangun koneksi emosional antara desainer dan konsumen.
Samsøe Samsøe
Samsøe Samsøe adalah rumah mode asal Kopenhagen dengan estetika minimalis khas Skandinavia. Brand ini mengutamakan fungsi dan siluet kontemporer yang terinspirasi dari gaya jalanan Nordik. Filosofinya berpusat pada desain demokratis. Mereka memadukan teknik tailoring tradisional dengan pengaruh streetwear modern untuk merepresentasikan subkultur urban yang serba guna.
Samuel de Saboia x Zara
Samuel de Saboia x Zara adalah koleksi kolaboratif yang memadukan seni visual kontemporer Brasil dengan pakaian ritel global. Estetikanya menonjolkan ekspresionisme yang hidup, palet warna berani, dan motif simbolis. Koleksi ini merepresentasikan fusi identitas Afro-diasporik dengan streetwear modern. Fokus utamanya adalah narasi artistik melalui busana yang dapat dikenakan.
Samuel Zelig
Samuel Zelig adalah label asal Los Angeles yang fokus pada workwear premium dan basic artisanal. Brand ini memadukan siluet pertengahan abad dengan bordir orisinal yang terinspirasi seni rakyat dan ilustrasi vintage. Estetikanya menekankan pada keahlian tangan dan teknik garment-dyeing. Ini adalah representasi subkultur yang menjunjung slow fashion dan kegunaan artistik.
Samurai
Samurai adalah brand heritage Jepang yang spesialis dalam raw denim heavyweight. Estetikanya memadukan workwear Amerika era pertengahan abad dengan motif tradisional Jepang. Brand ini merepresentasikan subkultur raw denim. Fokusnya adalah pada daya tahan, keahlian artisan, dan evolusi kain melalui pemakaian jangka panjang serta proses fading alami.
Samurai Jeans
Samurai Jeans adalah label heritage Jepang yang spesialis dalam selvedge denim berat. Brand ini menekankan estetika rugged yang berakar pada keahlian tradisional dan motif sejarah Jepang. Filosofinya berpusat pada evolusi kain melalui pemakaian. Targetnya adalah subkultur yang fokus pada kontras fading yang tajam dan konstruksi artisanal.
San Marina
San Marina is a French footwear brand characterized by a Mediterranean-inspired aesthetic. It focuses on leather craftsmanship and vibrant color palettes. The brand represents a middle-market urban ethos, prioritizing accessible style and seasonal trends for a broad consumer base seeking versatile, contemporary shoe designs.
San Saru
San Saru adalah brand perhiasan asal Spanyol. Spesialisasinya adalah perak sterling dengan estetika boho-chic. Brand ini mewakili subkultur jiwa bebas. Inspirasinya datang dari perjalanan global dan motif etnik. Fokus utama terletak pada keahlian tangan yang etis. Desainnya minimalis namun detail, menciptakan koneksi dengan alam.
San-X
San-X adalah perusahaan desain karakter asal Jepang yang memproduksi produk gaya hidup dan pakaian. Estetika utamanya berfokus pada minimalisme "kawaii" dan tema "iyashikei" atau penyembuhan emosional. Brand ini mewakili subkultur yang mengutamakan kenyamanan perasaan. Visualnya menggunakan citra antropomorfik yang lembut. Fokusnya adalah kesederhanaan dan narasi visual yang menenangkan.
Sanctus
Sanctus is a London-based independent fashion label specializing in dark, occult-inspired apparel. The brand emphasizes ethical production and slow fashion principles. Its aesthetic draws from gothic subcultures, featuring intricate silhouettes and symbolic motifs. The ethos focuses on craftsmanship and the rejection of mass-market manufacturing cycles.
Sandro
Sandro adalah rumah mode Paris dengan estetika kontemporer yang halus. Merek ini mengutamakan potongan tailoring yang rapi dan siluet yang serbaguna. Ada keseimbangan antara elemen maskulin dan feminin. Filosofinya berpusat pada gaya hidup urban yang canggih. Sandro memadukan keanggunan klasik Prancis dengan prinsip desain minimalis modern untuk audiens global.
Sandy Liang
Sandy Liang adalah label fashion asal New York dengan ciri khas perpaduan nostalgia gaya downtown dan utilitas feminin. Brand ini mengintegrasikan elemen streetwear era 90-an dengan pengaruh tradisional Tiongkok. Estetikanya mewakili subkultur anak muda urban. Mereka mengutamakan pakaian yang playful dan fungsional, seperti fleece oversized dan siluet terinspirasi balet.
SANSAN GEAR
SANSAN GEAR adalah label streetwear teknis asal Korea Selatan dengan estetika utilitarian dan futuristik. Brand ini memadukan elemen performa outdoor dengan siluet urban. Fokusnya adalah subkultur desain fungsional. Etosnya menekankan modularitas dan kain teknis dalam bingkai metropolitan kontemporer.
Sansha
Sansha adalah brand spesialis dancewear yang berfokus pada pakaian teknis dan alas kaki performa. Estetikanya mengutamakan fungsionalitas dan presisi anatomis bagi penari profesional. Brand ini merepresentasikan subkultur balet dan tari kontemporer global. Fokus utamanya adalah daya tahan untuk memenuhi tuntutan fisik latihan klasik dan performa panggung.
Santa Cruz
Santa Cruz is a California-based brand rooted in skateboarding and surf culture. Its aesthetic features bold graphic illustrations, vibrant colors, and the iconic Screaming Hand logo. The brand represents a rebellious, DIY ethos central to the global skate subculture and street fashion movements.
Santa Lolla
Santa Lolla is a Brazilian footwear and accessories brand characterized by a modern, urban aesthetic. It focuses on trend-driven designs that cater to a contemporary female demographic. The brand represents a fast-fashion ethos, prioritizing rapid production cycles and diverse collections that reflect global runway influences.
Santoni
Santoni adalah rumah mode alas kaki mewah asal Italia yang fokus pada produk kulit artisan. Estetikanya menekankan keahlian tradisional, patina lukis tangan, dan siluet klasik. Merek ini mewakili subkultur keanggunan yang halus. Santoni memegang teguh etos 'Made in Italy' yang mengutamakan kualitas dan warisan budaya.
Sanyo Yamacho
Sanyo Yamacho adalah brand sepatu mewah asal Jepang yang spesialis dalam teknik Goodyear-welted. Estetikanya menonjolkan keahlian tradisional dan siluet klasik. Ini adalah representasi subkultur apresiasi artisan. Filosofi brand ini adalah perpaduan teknik pembuatan sepatu Barat dengan presisi Jepang serta kenyamanan anatomi kaki.
Sappun
Sappun adalah brand alas kaki asal Korea Selatan dengan spesialisasi desain minimalis dan feminin. Estetikanya bersih. Mereka mengandalkan palet warna yang beragam dan siluet yang serbaguna. Brand ini merepresentasikan subkultur gaya harian kontemporer. Fokus utamanya adalah keanggunan fungsional yang mudah diakses dalam lanskap mode Asia Timur modern.
Sarenza
Sarenza adalah merek alas kaki dan aksesori asal Prancis. Estetikanya urban dan kontemporer. Fokusnya adalah gaya Eropa yang terjangkau dengan desain serbaguna. Merek ini mewakili etos konsumen modern. Mereka mengutamakan variasi dan kemudahan di lanskap ritel digital. Sarenza melayani berbagai preferensi gaya.
Sasquatch Fabrix
Sasquatchfabrix. adalah label Jepang yang memadukan keahlian tradisional Timur dengan budaya streetwear dan skate Barat yang modern. Estetikanya menonjolkan siluet avant-garde, bahan teknis, dan motif warisan budaya. Brand ini merupakan sintesis subkultural. Mereka mengutamakan ekspresi artistik dan reinterpretasi sejarah di atas tren fashion arus utama.
Sass & Bide
Sass & Bide adalah label desainer Australia dengan estetika bohemian dan eklektik. Brand ini menonjolkan siluet berani, detail bordir tangan yang rumit, dan motif grafis. Filosofinya berakar pada subkultur yang bebas dan individualis. Mereka memadukan tailoring high-fashion dengan sentuhan pemberontak khas street style.
Satinato
Satinato adalah merek private label milik peritel Brasil, Lojas Renner. Fokus utamanya adalah alas kaki dan aksesori. Desainnya kontemporer dan estetikanya serbaguna. Merek ini mewakili etos fashion arus utama. Fokusnya adalah aksesibilitas dan produk berbasis tren untuk konsumen urban yang beragam.
Satisfy
Satisfy is a Paris-based performance brand focused on the subculture of running. Its aesthetic combines technical functionality with a punk-inspired, distressed visual language. The brand emphasizes the psychological experience of the runner's high, prioritizing sensory comfort and high-end fabrications over traditional athletic marketing tropes.
Satur
SATUR adalah brand fashion kontemporer asal Korea Selatan dengan konsep santainya hari Sabtu. Estetikanya mengutamakan siluet nyaman, material berkualitas tinggi, serta kesan kasual yang tetap berkelas. Brand ini mewakili subkultur yang fokus pada waktu luang, keseimbangan, dan peningkatan standar pakaian sehari-hari.
Saucony
Saucony is an American footwear brand specializing in performance running shoes and retro-athletic sneakers. Its aesthetic emphasizes technical functionality and heritage silhouettes. The brand represents a subculture of dedicated distance runners and sneaker enthusiasts who value biomechanical engineering and archival design over transient trends.
Saulo Cesar
Saulo Cesar adalah brand fashion Brasil dengan estetika avant-garde dan artisanal. Label ini menonjolkan siluet dekonstruksi, tekstur mentah, dan detail buatan tangan. Etosnya berpusat pada slow fashion dan keahlian eksperimental. Ini mewakili subkultur yang fokus pada ekspresi diri dan eksplorasi material.
Savage X Fenty
Savage X Fenty adalah brand lingerie dan pakaian yang mengusung body positivity serta inklusivitas. Estetikanya memadukan desain modern yang berani dengan pilihan ukuran beragam dan warna yang sesuai dengan berbagai warna kulit. Brand ini mewakili subkultur ekspresi diri dan kepercayaan diri. Fokus utamanya adalah aksesibilitas bagi semua tipe tubuh dan identitas gender.
Sawary
Sawary adalah brand pakaian asal Brasil yang fokus pada denim. Estetika utamanya adalah siluet yang mengikuti bentuk tubuh. Mereka populer berkat teknologi push-up. Brand ini bermain di pasar massal fashion jalanan Brasil. Fokusnya adalah desain fungsional dan pakaian kasual yang terjangkau bagi semua kalangan.
Saysky
Saysky adalah brand lari performa asal Denmark dengan estetika urban kontemporer. Mereka memadukan fungsi teknis dengan desain ala streetwear, seperti motif berani dan warna-warna kalem. Brand ini mewakili subkultur pelari kota yang mengutamakan keseimbangan antara performa atletik dan gaya kasual.
Scala
Scala is an American fashion house specializing in evening wear and formal gowns. Its aesthetic centers on intricate hand-beading, sequins, and classic silhouettes. The brand represents a traditional glamour ethos, catering to formal events, pageantry, and red-carpet subcultures through detailed craftsmanship and structured designs.
Scalpers
Scalpers adalah rumah mode Spanyol dengan estetika preppy kontemporer. Brand ini memadukan potongan klasik dengan semangat pemberontak. Logo tengkorak dan tulang bersilang menjadi simbolnya. Scalpers mewakili subkultur urban modern. Mereka menyeimbangkan keanggunan Eropa tradisional dengan elemen kasual yang non-konformis untuk busana pria dan wanita.
Scarf Me
Scarf Me adalah brand aksesori mewah asal Brasil yang fokus pada syal dan selendang dengan cetakan digital definisi tinggi. Estetikanya berpusat pada pola rumit yang vibran di atas kain premium seperti sutra. Brand ini merupakan perpaduan antara keahlian tekstil tradisional dengan teknologi cetak digital modern dan desain kontemporer.
Scarosso
Scarosso adalah merek alas kaki Italia yang spesialis dalam sepatu dan bot kulit buatan tangan. Estetikanya berpusat pada siluet klasik dan keahlian tradisional. Merek ini merupakan interpretasi modern dari tradisi sartorial Italia. Fokusnya adalah kualitas artisan dan desain tak lekang oleh waktu dalam lanskap kemewahan kontemporer.
Scarpa
Scarpa adalah merek alas kaki asal Italia yang fokus pada perlengkapan gunung berperforma tinggi. Estetikanya mengutamakan fungsi teknis dan daya tahan di medan ekstrem. Merek ini merepresentasikan subkultur pendaki dan pemanjat tebing. Fokus utamanya adalah keahlian tangan, keamanan, dan inovasi pada sepatu untuk medan berat.
Schiaparelli
Schiaparelli adalah rumah mode kelas atas yang berakar pada seni Surealis dan desain avant-garde. Estetika utamanya menggunakan teknik trompe-l'œil, motif anatomi, dan bentuk skulptural yang berani. Brand ini mewakili subkultur eksentrisitas intelektual. Ia mengutamakan ekspresi artistik dan siluet provokatif di atas konstruksi pakaian konvensional.
Schott NYC
Schott NYC adalah produsen pakaian asal Amerika yang spesialis dalam jaket kulit dan outerwear. Merek ini membawa estetika rugged dan utilitarian yang berakar pada budaya motor serta warisan militer. Filosofinya menekankan daya tahan dan desain fungsional. Schott adalah simbol pemberontakan sekaligus representasi klasik Americana di berbagai subkultur.
Schuh
Schuh is a British footwear retailer specializing in diverse, youth-oriented styles. Its aesthetic encompasses streetwear, alternative fashion, and mainstream athletic trends. The brand represents a subculture of inclusivity and individual expression, maintaining an ethos centered on accessibility and a broad selection of third-party and house-label products.
Schutz
Schutz adalah brand alas kaki asal Brasil dengan desain berani dan siluet high heels yang menonjol. Estetikanya mengusung kesan edgy yang canggih serta tren kontemporer. Brand ini menyasar audiens global yang mencari aksesori statement. Schutz merupakan perpaduan antara kemewahan high-fashion dan keahlian craftmanship yang mengikuti tren namun tetap terjangkau.
Scoop
Scoop adalah merek fashion kontemporer. Estetikanya terkurasi, memadukan pakaian high-end dengan koleksi kasual esensial. Menggunakan metode organisasi ala isi lemari. Fokus pada warna dan tren, bukan label individu. Brand ini mewakili etos urban yang berorientasi tren. Cocok bagi konsumen yang mencari lemari pakaian yang serasi dan serbaguna.
Scotch & Soda
Scotch & Soda adalah merek pakaian asal Amsterdam dengan estetika bohemian yang eklektik. Mereka memadukan gaya vintage dengan pola dan tekstur kontemporer. Brand ini membawa semangat kebebasan. Fokusnya adalah individualitas dan detail kerajinan tangan yang teliti. Koleksinya mencakup busana pria, busana wanita, hingga aksesori.
Scotch Grain
Scotch Grain adalah brand sepatu asal Jepang. Spesialisasinya adalah sepatu formal dengan konstruksi Goodyear welted. Estetikanya menonjolkan siluet klasik Eropa dengan material kulit kualitas tinggi. Brand ini mewakili subkultur pengrajin artisan yang mengutamakan keawetan. Fokus utamanya adalah daya tahan dan kemudahan reparasi sepatu pria klasik melalui proses manufaktur yang presisi.
Scuffers
Scuffers adalah label streetwear asal Madrid. Ciri khasnya adalah siluet oversized dan desain grafis minimalis. Brand ini mewakili subkultur urban kontemporer yang fokus pada kenyamanan dan estetika understated. Etosnya berpusat pada pakaian basic berkualitas tinggi. Mereka memadukan elemen sportswear fungsional dengan gaya jalanan Eropa yang modern dan santai.
Sculptor
Sculptor adalah merek streetwear asal Seoul dengan estetika kasual bernuansa vintage. Merek ini mewakili subkultur anak muda melalui siluet yang beragam dan desain netral gender. Etosnya berfokus pada penciptaan pakaian yang abadi namun tetap kontemporer. Fokus utamanya adalah ekspresi individu di tengah lingkungan urban.
Scuola del Cuoio
Scuola del Cuoio adalah institusi asal Florence yang fokus pada kerajinan kulit tradisional. Estetikanya menonjolkan material premium dan teknik ukir tangan yang presisi. Brand ini mewakili subkultur pelestarian warisan budaya. Mereka mengutamakan keahlian manual dan kesinambungan tradisi kulit Italia dalam suasana monastik yang tenang.
scye
Scye is a Japanese label centered on traditional British tailoring and high-level pattern construction. The brand emphasizes structural integrity and functional design over fleeting trends. Its aesthetic merges classic menswear silhouettes with contemporary Japanese craftsmanship, representing a subculture of meticulous garment engineering and technical precision.
Sea New York
Sea New York adalah label kontemporer dengan estetika feminin yang terinspirasi gaya vintage. Brand ini memadukan elemen bohemian dengan siluet utilitarian. Fokus utamanya terletak pada detail renda, bordir, dan patchwork yang rumit. Ini adalah representasi subkultur berpakaian romantis yang effortless. Koleksinya mengutamakan keahlian artisan dengan nuansa santai khas downtown New York.
Sea Room Lynn
SeaRoomlynn is a Japanese apparel brand centered on an urban beach aesthetic. It blends relaxed coastal elements with contemporary city fashion. The brand represents a subculture of natural femininity, prioritizing comfort and organic textures to reflect a lifestyle harmonizing seaside environments with metropolitan living.
Sean John
Sean John adalah brand gaya hidup yang berakar pada streetwear urban dan budaya hip-hop. Estetika utamanya memadukan sportswear mewah dengan siluet oversized dan branding yang berani. Brand ini merepresentasikan semangat aspirasi dan kesuksesan wirausaha. Ia menjembatani celah antara fashion jalanan dan lingkungan ritel kelas atas.
Sean Wotherspoon
Sean Wotherspoon is a designer brand characterized by vintage-inspired aesthetics, vibrant color palettes, and sustainable materials. It represents the intersection of 1980s and 90s sportswear, thrift culture, and eco-conscious manufacturing. The ethos emphasizes corduroy textures, vegan construction, and a DIY approach to contemporary streetwear.
Seasalt Cornwall
Seasalt Cornwall adalah merek pakaian asal Inggris. Estetikanya kental dengan nuansa pesisir dan warisan maritim. Desainnya mengutamakan bahan alami dan motif artistik buatan tangan. Merek ini merepresentasikan subkultur kreatif yang mencintai alam. Akar budayanya berasal dari lanskap Cornwall dengan komitmen pada praktik manufaktur berkelanjutan.
Sebago
Sebago adalah spesialis alas kaki nautikal dan kasual asal Amerika. Estetikanya berakar pada warisan pesisir New England. Setiap pasang sepatu mengedepankan keahlian tangan tradisional. Brand ini adalah simbol subkultur Ivy League. Fokusnya adalah fungsionalitas maritim yang tahan lama dan desain yang tidak lekang oleh waktu.
Second Female
Second Female adalah rumah mode asal Kopenhagen. Estetikanya menggabungkan gaya Skandinavia dengan siluet feminin kontemporer. Brand ini mengutamakan garis desain yang bersih, motif print buatan tangan, dan keanggunan yang fungsional. Filosofinya berpusat pada lemari pakaian modern yang canggih. Koleksinya menyeimbangkan potongan tailoring klasik dengan tekstur lembut yang mengalir untuk tampilan harian yang berkelas.
Secret Honey
Secret Honey adalah brand pakaian asal Jepang yang fokus pada estetika feminin dan romantis. Brand ini mewakili subkultur "girly" dan "Ryousangata". Ciri khasnya adalah penggunaan ruffles, renda, dan pita dekoratif. Brand ini mengusung semangat ala buku cerita yang awet muda. Mereka memadukan fashion jalanan kontemporer dengan siluet bergaya vintage dan detail yang halus.
Sedan All-purpose
Sedan All-purpose is a Japanese label specializing in elevated daily wear inspired by 1990s American casual culture. The brand emphasizes a relaxed "City Boy" aesthetic, blending traditional Ivy League styles with functional outdoor and workwear elements to create versatile, utilitarian garments for modern urban environments.
SEE SEE
SEE SEE is a Japanese lifestyle brand founded in Shizuoka. It merges traditional craftsmanship, specifically kokeshi doll artistry, with contemporary streetwear aesthetics. The brand represents a subculture where artisanal heritage intersects with skate and urban fashion, emphasizing a minimalist yet playful design ethos.
Seiko
Seiko adalah brand horologi Jepang yang mengutamakan presisi fungsional dan inovasi teknis. Estetikanya sangat luas. Mulai dari jam tangan tool watch yang tangguh hingga dress watch yang elegan. Brand ini merepresentasikan budaya reliabilitas dan keahlian tangan. Mereka menekankan integrasi vertikal dan demokratisasi jam tangan berkualitas tinggi bagi audiens global.